Selasa, 11 Desember 2012

Bidadari bidadari Surga the movie


Alhamdulillah hari ini ada rejeki nonton film yang di tunggu-tunggu beberapa bulan terakhir ini. So Exciting..  dari 2 jam sebelum jadwal film putar udah keluar rumah *lebay* secara saya angkoters, kalau nunggu dzuhur ga bakal pas nyampenya, jadilah nunggu dzuhur di mesjid.

Sekitar 1jam an ‘ngendon’ di masjid, bener-bener dipake untuk berdoa berdoa dan berdoa, akhirnya saya berangkat ke tempat tujuan.

Sampe di bioskop ternyata bioskopnya masih tutup sodara-sodara. Walaupun sudah banyak yang menanti di depan pintu dengan setia, tetep ga dibolehin masuk sama si mas-mas yang di dalem. Jadilah bengong di depan pintu. Setelah 15 menit menanti akhirnya pintu pun dibuka, kirain orang-orang yang nunggu itu pada mau nonton filem yang sama, ternyata enggak *kecewa* mereka lebih milih nonton “twilight” sama “life of pi”

Oke, saya jadi berfikir yah mungkin yang nonton bidadari-bidadari surga ini adalah orang-orang yang terpilih, *apa siiiih* 1 teater itu ga lebih dari 30 orang yang nonton, tapiii ternyata saya salah <lagi> *hiks

Entry nya ga penting *ya sudahlah* #abaikan

Kenapa saya bilang saya salah sangka, karenaaa ada 2 cowok yang nonton pas di sebelah saya itu ga berhenti ketawa ngakak selama pemutaran film. Mereka pikir ini film komedi apa *ngelusdada*
Saya jadi ga khusyuk kan nangisnya, karena disebelah ada yang ketawa L

Dan yang bikin saya sebel itu mereka ketawa ga pada tempatnya, mereka ketawa paling keras itu saat ikanuri ketangkep naik pohon mangga dan teriak-teriak ngatain ka Lais “kami ga mau dengerin ka Lais, ka Lais bukan kakak kandung kami, ka Lais jelek, ka Lais item, ka Lais pendek, beda dari kami”

Saya yang sudah meneteskan air mata, ngebayangin ada di posisi Laisa malah emosi denger mereka ngakak “hahahaaa jelek, jelek, jelek..” ujar mereka. OMG kalian itu mahasiswa? Malu saya masih ada mahasiswa ngetawain orang diejek fisik gitu.

Mereka terus tertawa saat Dali mencoba menunjukkan foto ka Lais sama teman-temannya, mereka tertawa saat melihat reaksi orang-orang waktu liat foto. Dan mereka ngakak tak henti-henti saat si ustad abal-bal ketemu lais dan kaget dengan ‘penampakan’ yang dilihat bilang “MasyaAllah” *nariknafaspanjang*

Saya mencoba mengabaikan mereka dan kembali konsentrasi nonton, tapi yang ada malah makin emosi saya dibuatnya. Bodohnya saya tetep diem, karena memang saya bukan typikal orang yang vocal.

Dan saya pun tak bisa menikmati nontonnya, karena terganggu dengan penonton di sebelah, semoga di tempat kalian ga ada penonton reseh macam di tempat saya ya...

Keseluruhan filmnya bagus, walau ga begitu sama dengan novelnya. Tetep pesannya nyampe, dan ternyata yang digambarkan bang tere dalam novel  ini adalah realita yang sebenarnya terjadi di kehidupan ini.

Memang ada banyak orang yang mencibir para wanita yang berpenampilan kurang sempurna, malah menganggap mereka lucu, bahan ketawaan, bukannya berempati dan bersimpati malah mengejek dan menjauhi.

Dan yang paling nancep itu, pesan kerja keras. Walau pernah gagal, jangan ragu untuk mencoba kembali. Tetap yakin dan percaya pada mimpi kalian. Kerja keras dan terus belajar tanpa kenal menyerah, bukan untuk ibu kalian, bukan untuk orang lain, tapi untuk kalian sendiri, percaya ada janji kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah 'terpilih' di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa.” 
― Tere LiyeBidadari Bidadari Surga
Yuuuk ajak orang-orang tersayang tuk nonton, ayo dukung film berkualitas yang seperti ini. Biar makin banyak lagi film dengan pesan yang mantap tayang di bioskop kita, dan semoga nantinya bisa merubah perilaku generasi muda bangsa ini.

Karena kita tak pernah tau, dengan apa orang bisa termotivasi, bisa dengan membaca atau nonton film, Karena saya gak bisa bikin filem, saya mencoba untuk berkontribusi dalam mengajak nonton filem yang keren macam ini :)